Otto Hasibuan Mundur Jadi Pengacara Setya Novanto | CariTau..!!

Diposting pada

Otto Hasibuan Mundur Jadi Pengacara Setya Novanto

Jakarta – Pengacara Otto Hasibuan mengundurkan diri sebagai pengacara Setya Novanto. Hal ini dibenarkan oleh penasihat Setya Novanto lainnya, Fredrich Yunadi.

“Hak untuk mengundurkan diri (jadi pengacara Setya Novanto),” kata Fredrich kepada Liputan6.com di Jakarta, Jumat (8/12/2017).
Namun, Fredrich dengan enggan menjelaskan alasan selanjutnya Otto Hasibuan mengundurkan diri untuk menjadi penasihat hukum kasus e-KTP. “Langsung tanya Pak Otto saja,” katanya.

Fredrich mengungkapkan, salah satu alasan pembalasan oleh Otto Hasibuan karena tidak ada yang cocok dengan pengacara Setya Novanto lainnya [1945992]

“Ya timnya harus bekerja, tim baru tidak dapat bekerja sama,” katanya. .

Tapi, Fredrich menegaskan secara pribadi, dia pantas bekerja sama dengan Otto Hasibuan. [1945992]

“Jika saya 100 persen benar, mungkin dengan rekan lainnya (tidak fit),” kata Fredrick.

Sementara itu, Otto sendiri tidak mau membicarakan alasan mundurnya dari pengacara Setya Novanto. Otto mengaku akan mengajukan surat pengunduran dirinya sebagai penasihat Setya Novanto ke KPK hari ini pukul 10.30 WIB.

Baca Juga :  Antara 212 Vs 811 Bagaimana Sebenarnya,,? | CariTau..!!

“Pukul 10.30 saya katakan kepada KPK,” kata Otto kepada Liputan6.com.
Pendapat Berbeda

Salah satu ketidaksepakatan antara Otto Hasibuan dan Fredrich Yunandi dalam menangani kasus Setya Novanto adalah masalah pengambilalihan kasus penyelidikan kliennya kepada JPU.

Otto terlihat santai dalam menanggapi selesainya kasus Dewan Perwakilan Rakyat. Ia mengaku sudah siap menghadapi pokok permasalahan kartu identitas e-ID di Pengadilan Tipikor. [1945992]

“Saya kira KPK ini berhak mewujudkannya. Akan ada masalah hukum yang akan terjadi, tapi itu akan diadili,” katanya.

Saat KPK mendesak kasus Novanto, praperadilan yang dia usulkan secara otomatis akan turun. Terkait hal itu, Otto juga merespons dengan santai. Dia mengatakan tidak bisa menghentikan kasus investigasi.

“Ini adalah tuntutan hukum baru untuk penuntutan, namun kasus tersebut tidak diajukan ke pengadilan, namun akan tergantung padanya jika diajukan ke pengadilan, intinya adalah,” katanya.

Sementara Otto meresponsnya dengan santai, berbeda dengan hukum Novanto lainnya, Fredrich Yunadi. Dia masih belum bisa menerima file kliennya secara lengkap dan akan segera dicoba. [1945992]

Baca Juga :  Dapat Driver Ojol Cewek, Cowok Ini Putuskan untuk Jadi Driver Ojol Sesaat | CariTau..!!

“Kami ingin berbicara dengan seorang penyidik, mengapa kita bisa mengatakannya lengkap, tapi ada saksi yang belum diperiksa, itu adalah hak tersangka sebagai Pasal 65,” kata Fredrich yang datang beberapa menit setelah Otto tiba. di Gedung KPK

Menurut Fredrich, KPK tidak menghormati hak seseorang, termasuk saksi dan ahli bantuan yang ditentukan oleh partainya. Pasalnya, masih ada beberapa ahli yang belum diperiksa. KPK telah menyatakan bahwa pihaknya tidak akan mengingat saksi dan anggota.

Selain itu, Fredrich merasakan apa yang dilakukan KPK karena takut menghadapi volume dua dakwaan. Seperti diketahui, KPK pendahuluan pertama dikalahkan oleh Setnov. [1945992]

“Itu karena mereka hanya takut, mereka adalah api jenggot, mereka ketakutan seperti itu, dari sini kita bisa melihat, mereka melakukan segalanya, setiap usaha untuk menghindari praperadilan,” kata Fredrich.

Tidak seperti Otto yang menganggap praperadilan jatuh jika materi pelajaran sudah dimulai di Pengadilan Tipikor, Fredrich sebenarnya memiliki asumsi lain. Menurut Fredrich, tidak ada yang bisa menghapuskan proses persidangan. [1945992]

Baca Juga :  Tanggapan Warga Net, Chocolicious Toko Kue Menolak Pembuatan Ucapan Selamat Natal | CariTau..!!

“InsyaAllah Berdoa untuk menang (praperadilan) Itu karena orang mengatakan bahwa P21 (overpricing, praperadilan) jatuh, siapa yang mengatakan siapa? Pelajari hukum yang benar,” Fredrich menyimpulkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.