Jadikan THR Sebagai Sumber Investasi | CariTau..!!

Diposting pada

Jadikan THR Sebagai Sumber Investasi

Tidak terasa lebaran tidak lama lagi, hari ini lebaran banyak hal yang membahagiakan dan tentu hal itu yang ditunggu-tunggu oleh umat muslim pada umumnya. Selain menikmati hari kemenangan, mudik, hari ini fitri bersama keluarga, ada pula yang ditunggu sebagai karyawan dan dompet mereka, yaitu THR tahunan.

Karyawan yang terlalu antusias untuk memenuhi kebutuhan pribadi dengan belanja menggunakan uang THR, sementara untuk hal sama Anda harus membayar kebutuhan Lebaran, maka THR tidak akan cukup kecuali Anda su dah kalkulasi dengan baik.

Pertanyaannya disini, bagaimana anda bisa mengatur keuangan saat mendekat hari lebaran? Bagaimana pula agar THR agar lebih berguna?

Mengelola THR dapat dimulai dengan kebutuhan yang sama dengan keinginan pribadi. Makanan, tempat tinggal, listrik, dan udara adalah kebutuhan. Hiburan, belanja, dan biaya nobar merupakan keinginan pribadi. Menjelang Lebaran, ada hal tambahan yang menjadi kebutuhan. Contohnya: pembayaran zakat dan sedekah, biaya transportasi mudik, juga kebutuhan hari raya seperti konsumsi dan pakaian baru.

Baca Juga :  Lihat Bagaimana Kurma Ditanam Jika Ingin Mengawali Bisnis | CariTau..!!

Saat belanja Lebaran, kita harus berhati-hati karena kita bisa membenarkan keinginan pribadi menjadi kebutuhan. Misalnya, kita membutuhkan pakaian baru untuk hari raya. Boleh-boleh saja membeli pakaian baru, namun bila Anda sudah terbutakan potongan harga sehingga penuh baju baru Anda menggunung, Anda sudah tidak memenuhi kebutuhan dan meladeni keinginan pribadi.

Kategorikan kebutuhan Lebaran yang menjadi kebutuhan dan hal-hal yang dapat dikesampingkan menjadi keinginan pribadi.

Setelah butuh waktu dengan keinginan pribadi, ada hal yang Anda inginkan untuk mengimbangi Lebaran yang akan diimbangi dengan THR berdasarkan prioritas dan mengalokasikan rasio persentase untuk setiap kebutuhan.

Sebagai contoh, jika Anda seseorang yang membutuhkan mudik lebaran, maka alokasi untuk penerbangan tiket transportasi dan akomodasi dapat Anda patok 40%, sementara kebutuhan hari raya seperti konsumsi Lebaran dan pakaian atau aksesoris baru dapat dialokasikan 25% dari uang THR. Untuk zakat fitrah dan zakat penghasilan, Anda bisa menyisihkan 5% dari THR. 10% bisa digunakan untuk hiburan dan keinginan pribadi selama hari lebaran. Nah, sisa 20% bisa digunakan untuk tabungan dan investasi.

Baca Juga :  Mau Resign Kerja Pilih 5 Waktu Ini Biar Nggak Rugi | CariTau..!!

(Rasio harga di atas ya).

Setelah terbentuk rasio murah, Anda bertanggung jawab catat Anda agar tetap terkontrol dan sesuai rasio yang Anda tetapkan . Ada berbagai cara untuk melacak ke mana perginya uang belanja anda. Anda bisa mencatat dengan pena dan buku, menggunakan dokumen Word atau Excel, atau bahkan menggunakan aplikasi keuangan pribadi seperti Mint atau Toshl Finance. Yang peling penting adalah Anda harus konsisten mencatat pengeluaran

.

Catatlah semua arus yang berhubungan dengan Lebaran – poin dari langkah ini adalah agar anda tahu ke mana perginya uang anda. Rutinlah mencatat setiap hari agar tak ada yang terlupakan. Dengan adanya kesadaran, niscaya Anda lebih berhati-hati menggunakan uang.

Bila Anda Ingin dengan rasio yang ditetapkan, sebagian dari THR dapat disisihkan menjadi tabungan dan investasi. Tabungan dan investasi juga merupakan kebutuhan. Mungkin sekarang tidak terasa, namun Anda akan menyesal di hari tua bila tidak mulai menabung atau berkembang sejak dini.

Bila Anda berhasil menjalankan tugasnya dari THR Anda menjadi tabungan dan investasi, Anda bisa menerapkan metode yang sama untuk penghasilan Anda tiap bulan agar sumber tabungan dan investasi lebih konsisten.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *