Ini Pernyataan KJRI Hong Kong Soal Deportasi Ustaz Abdul Somad | CariTau..!!

Diposting pada

Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Kementerian Republik Indonesia, Kemudian Muhammad Iqbal, mengungkapkan, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Hong Kong sudah untuk mengkomunikasikan dan mencari klarifikasi ke Imigrasi Hong Kong saat mendengar penolakan Ustaz Abdul Somad oleh pemerintah Hong Kong, Sabtu (23/12) kemarin. [1945992]

“Ketika Ustaz Somad diinterogasi oleh Imigrasi Bandara Hong Kong, Konsulat Jenderal RI menerima informasi dari kolega Ustaz Somad yang menerima info tersebut, Konsulat Indonesia telah segera mengkomunikasikan dan meminta klarifikasi kepada Imigrasi,” kata Iqbal saat dikonfirmasi pada hari Minggu (24 / 12).

Saat itu, Iqbal melanjutkan, Konsul Jenderal RI Hong Kong segera memerintahkan staf Konsulat Indonesia untuk memberikan pengaduan konsuler. Namun, prosesnya berlangsung sangat cepat, sekitar 1 jam, dan Ustaz Somad diterbangkan lagi dengan pesawat yang sama.

“Jadi, Konsulat Jenderal belum bisa memberikan iringan konsuler,” katanya.

Iqbal menjelaskan secara prinsip, walaupun keputusan untuk mengizinkan atau menolak seseorang adalah keputusan yang berdaulat dari suatu negara, namun perwakilan RI akan berusaha memberikan perlindungan yang sama kepada semua warga negara. “Sejauh ini mungkin,” kata Iqbal.

Baca Juga :  Kisah Nita Thalia, Jadi Istri Kedua | CariTau..!!

Dikenal, ulama yang dulu terkenal Ustaz Abdul Somad kembali mengalami kemunduran saat ia ingin berkhotbah. Setelah beberapa kali ditolak oleh sekelompok organisasi di Bali, sarjana pascasarjana Mesir dan Maroko ini harus membatalkan ceramahnya di Hong Kong.

Melalui akun Facebook pribadinya, Ustaz Abdul Somad menceritakan bahwa dia tiba di Hong Kong pada hari Sabtu (23/12) siang. Baru saja turun dari pintu pesawat saat masih di bandara, sejumlah pria berseragam tidak terancam dan menariknya terpisah.

Pada waktu itu, Ustaz Abdul Somad juga bersama dua rekannya yang juga ditarik oleh jumlah orang. Terkait kejadian tersebut, Ustaz Abdul Somad mengakui bahwa dirinya hanya bisa mencoba dan berdoa. [1945992]

“Ada kebijaksanaan di balik itu semua Bagi teman-teman panitia tidak pernah berhenti menyebarkan kebaikan di jalan dakwah, mohon maaf tanpa batas waktu untuk teman-teman pejuang devisa di Hong Kong,” tulis Ustaz Abdul Somad.
SUMBER