Air Putih atau Air Bening, Apa Bedanya? | CariTau..!!

Diposting pada

Indonesia adalah negara besar yang dihuni oleh banyak suku dan ras. Ini adalah banyak suku dan ras yang membuat banyak bahasa daerah milik setiap suku di Indonesia. Dari sekian banyak bahasa daerah yang digunakan, Bahasa Indonesia tetap menjadi bahasa yang mendasari nasional yang digunakan sebagai bahasa pemersatu. Tapi terkadang ada beberapa kata yang berarti sebaliknya di Indonesia, misalnya air putih. Air putih adalah masalah perdebatan beberapa netizen karena sifatnya yang berlawanan dengan warna air di kaca. Memang, jika warna air di kaca sudah jelas, warnanya putih karena kebanyakan orang bilang. Kelihatannya salah jika nama air dijepit di jernih.

Pada dasarnya putih dan jernih adalah kata yang berbeda dalam hal objektivitasnya. Kedua kata itu berbeda karena benda yang digunakan antara satu dengan yang lainnya berbeda. Kata-kata putih lebih cenderung mengarah pada warna. Bila Anda berbicara tentang warna maka kata-kata putih akan disertakan dalam objek warna. Meski konteksnya ditulis dalam air putih, secara harfiah air berarti air putih. Perbedaannya jelas. Kata-kata yang jelas mengarah pada benda-benda yang bisa dilihat tak terlihat oleh mata seperti air dan kaca. Oleh karena itu air dan gelas hanya bisa dikaitkan dengan kata-kata kabur, bukan warna dan koloni.

Namun ada perspektif lain untuk digunakan dalam kasus ini, konteksnya. Mengapa, karena konteksnya bisa mempengaruhi kata yang digunakan seseorang saat berbicara. Contoh teh, teh dikatakan saat Anda berada di dalam sebuah kios, itu berarti minuman yang terbuat dari daun teh yang diseduh, tapi ketika sampai pada saat Anda datang dari panggilan sunda, saudara perempuan lebih tua dari Anda maka itu berarti saudara perempuan.

Dari sinilah muncul perspektif baru bahwa air putih yang kita maksud sejauh ini bukan air dalam gelas putih. Tapi air jernih sudah matang dan siap diminum. Karena jika kita meminta air jernih itu bisa berarti banyak hal, seperti air hujan, air laut bahkan air kencing kita dan bahkan jernih. Selain itu, dalam berbagai konteks di Indonesia, air putih benar-benar tidak disebut air putih tapi cairan putih.

Sebenarnya tidak masalah apakah itu disebut air putih atau air jernih. Karena yang terpenting kedua pendapat ini adalah ketersediaannya. Mungkin hari ini kita masih diberi air melimpah sehingga kita sibuk memperdebatkan fungsinya dan melupakan keberadaan air yang terus menurun dari tahun ke tahun. Itu sebabnya kita bisa lebih sadar akan pentingnya air untuk kehidupan kita dan generasi masa depan kita.